Indonesia Pecahkan Perolehan Medali Sejak Tahun 1962 di Jakarta

by

Oleh: Wiman Rizki*

Sebentar lagi, gelaran Asian Games akan segera berakhir. Sekedar untuk diketahui, Indonesia telah memperoleh medali emas sebanyak 30 emas, 22 perak, dan 36 perunggu, sehingga total medali yang berhasil direbut oleh Indonesia sebanyak 88 medali. Tentunya perolehan medali tersebut jauh lebih tinggi di bandingkan Asian Games 1962.

Pada Asian Games 1963,  Indonesia sebagai tuan rumah berhasil mendulang medali emas sebanyak 11 buah, serta  menduduki peringkat ke-2 dalam Asian Games 1962 tersebut. Perolehan medali dalam Asian Games 2018 membuat Indonesia berhasil mematahkan dominasi Thailand dalam perolehan medali emas di Asia Tenggara sejak tahun 1966, 1970, 1978, 1998, 2002, 2006, 2010, dan 2014. Hal ini membuktikan bahwa para atlet Indonesia sudah semakin professional dan matang dalam setiap pertandingan serta memiliki mental juara.

Perolehan medali Indonesia di petik dari cabang olahraga pencak silat dengan (14 emas dan 1 perunggu), Panjat Tebing (3 medali emas 2 perak dan 1 perunggu), Bulutangkis ( 2 emas 2 perak dan 4 perunggu), Paralayang (2 Emas 1 perak dan 3 perunggu , Sepeda Gunung (2 emas dan 1 perunggu), Perahu Dayung (1 emas 2 perak dan 2 perunggu, Wushu (1 Emas 1 perak, dan 3 perunggu) , Jetski (1 emas 1 perak, dan 1 perunggu, Angkat Beban (1 Emas 1 perak dan 1 perunggu),

Karate (1 Emas dan 3 perunggu), Tenis (1 Emas), Taekwondo (1 emas), Kano ( (2 perak dan 2 perunggu), Skateboard (2 emas dan 2 perak), Athletics (2 perak dan 1 perunggu), Voli pantai ( 1 perak dan 2 perunggu), Sepak takraw ( 1 perak dan 2 perunggu), Soft Tenis ( 1 perak dan 2 perunggu), Memanah ( 1 perak dan 1 perunggu), BMX (1 perak dan 1 perunggu), senam artistic ( 1 perak dan 1 perunggu), menembak ( 1 perak, Bridge ( 2 perunggu), dan gulat ( 1 perunggu).

Medali emas yang didapat, didominasi oleh cabor pencak silat. Dari 16 kelas yang dipertandingkan, Indonesia memperoleh 12 medali emas sendiri. Terdapat hal menarik dalam cabor pencak silat tersebut, Hanifan keluar sebagai pemenang dalam laga melawan Nguyen Thai Lihn. Hanifan berhasil memperoleh medali emas ke-29 tersebut langsung menuju ke kursi penonton untuk merayakan keberhasilannya. Di sana, ia bertemu dan memeluk Presiden RI Joko Widodo dan Ketua IPSI Prabowo Subianto. Pelukan dari hanifan dilakukan secara spontan sebagai tanda rasa bangga dengan Indonesia, terutama pak Prabowo Subianto selaku Ketua Umum PB IPSI.

Hal tersebut dianggap mengejutkan, karena kedua tokoh tersebut merupakan pihak yang akan bersaing untuk memperebutkan kursi RI 1 pada tahun 2019 mendatang. Kesan yang dilihat, sangat jauh dari kata-kata persaingan dan saling menjatuhkan, bahkan kedua calon pemimpin ini menunjukkan rasa kehangatan dan persatuan. Hal ini membuktikan Asian Games 2018 membawa kerukunan dan persatuan terhadap kedua calon pemimpin dan bangsa Indonesia.

Menurut Presiden Joko Widodo, prestasi membanggakan tersebut dipengaruhi oleh perjuangan panjang para atlet dan pelatih, baik tryout-tryout di luar yang jangka waktunya tidak sebentar. Di tambah penyederhanaan birokrasi keuangan sehingga anggaran dapat sampai dengan tepat sehingga program pelatihan dapat berjalan dengan baik. Brokrasi tersebut di atur dalam Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2017 tentang Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional yang mulai berlaku sejak 20 Oktober 2017.

Dengan adanya penyederhanaan birokrasi keuangan, pemerintah akan lebih mudah dalam menggelontorkan dana guna mendukung Asian Games 2018. Karena  dukungan dana dari pemerintah juga menjadi salah satu faktor kesuksesan Indonesia dalam menciptakan perhelatan akbar Asian Games 2018. Ketua INASGOC, Eric Thohir mengatakan dana total yang terkumpul untuk acara tersebut sebesar Rp 6,6 triliun rupiah.

Dana tersebut berasal dari APBN (anggaran pendapatan dan belanja negara) yang disediakan sebesar Rp 4,5 triliun, termasuk pajak dari sponsor sebesar satu triliun. Dalam pengembangan sarana dan prasarana, dana yang di habiskan lebih dari 5 triliun rupiah seoerti yang disampaikan oleh Direktur Jenderal Cipta Karya, Kementerian PUPR.

Dengan adanya sarana dan prasarana yang berstandar internasional, tentunya dapat mendukung kinerja para atlet khususnya ketika sedang melaksanakan latihan dan perlombaan. Oleh sebab itu dukungan penuh dari pemerintah serta adanya jiwa dan motivasi yang baik dari para atlet Indonesia, akhirnya Indonesia dapat menduduki peringkat ke-4 di klasemen Asian Games 2018 untuk sementara.

Akan sangat sulit bagi Iran yang ada di posisi ke-5 klasemen untuk menyalip perolehan medali Indonesia, sebagai catatan, medali emas yang di peroleh Iran sebanyak 19 emas, sedangkan Thailand sebagai pesaing ketat bagi Indonesia hanya mendapatkan 9 emas. Mengingat acara Asian Games akan di tutup pada tanggal 2 September 2018 telah memastikan Indonesia sebagai negara nomor satu di Asia Tenggara dalam perolehan medali emas di Asian Games 2018 dan berhasil mengalahkan Thailand.

Keberhasilan pemerintah dalam menyelenggarakan Asian Games 2018 dan pembinaan para atlet tidak lepas dari peran dan dukungan masyarakat Indonesia, sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan memperoleh lebih banyak prestasi. Di harapkan dengan adanya Asian Games ini masyarakat dapat lebi bersatu dan solid guna mendukung pemilu tahun 2019 mendatang dan tidak ada perpecahan antar bangsa Indonesia. Ingat semboyan kita Bhinneka Tunggal Ika, meskipun berbeda-beda tetapi tetap satu itulah semboyan bangsa yang harus selalu kita junjung

* Penulis adalah Mahasiswa Universitas Islam Riau

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *