Antara Musibah di Sulteng dan Asian Para Games 2018

by

Oleh : Dodik Prasetyo*

Pada tanggal 6 November 2018 Asian Para Games akan sudah dimulai. Banyak hal yang terjadi sebelum Para Games yang digelar di Jakarta ini dimulai. Bencana alam di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah menjadi sebuah tragedi yang sangat menyedihkan. Diperkirakan lebih dari 1.000 orang meninggal dunia dalam bencana tersebut.

Tentu seluruh lapisan masyarakat Indonesia harus memberikan perhatian dan tenaga mereka untuk memulihkan Sulawesi Tengah seperti sediakala. Membantu para korban agar dapat segera pulih dan memperbaiki berbagai bangunan baik fasilitas umum maupun pemukiman warga yang rusak di terjang tsunami atau karena gempa.

Beberapa hari sebelum Asian Games 2018 bulan Agustus lalu digelar Indonesia juga diterjang bencana alam yang dasyat di Lombok. Kerja cepat pemerintah di Lombok membuat proses pemulihan berlangsung dengan cepat. Para korban bisa diselamatkan dan pemulihan pun dapat segera dilakukan.

Asian Games pun berjalan lancar, dari pembukaan, proses sepanjang event berlangsung sampai penutupan. Pemerintah Presiden Joko Widodo dapat membagi fokus dan konsentrasi mereka. Memulihkan Lombok seperti sediakala dan mensukseskan Asian Games 2018.

Lombok sudah berangsur pulih dan Asian Games pun berhasil dari segi penyelenggaraan dan prestasi. Kini Sulawesi Tengah sedang mengalami bencana dan Asian Para Games 2018 sudah didepan mata. Melihat kerja pemerintah Jokowi yang cepat, efesien dan efektif dalam tragedi dan event sebelumnya dapat dipastikan pemerintah juga dapat menangani dua hal yang perlu perhatian besar sekaligus kali ini.

Bagaimana pemerintahan Jokowi berhasil menangani dua peristiwa besar sekaligus telah diapresiasi oleh pemerintah dan pemimpin negara-negara lain. Masyarakat Indonesia juga bisa membagi perhatian mereka dengan sangat baik.

Membantu saudara-saudara yang sedang menghadapi kesulitan di Lombok dan mendukung para atlet yang berlaga di Asian Games 2018 lalu. Atas kebijaksaan masyarakat Indonesia ini Lombok bisa berhasil pulih dan Indonesia pun berprestasi di pentas olahraga terbesar nomor dua di dunia.

Hal itu juga perlu kembali dilakukan saat ini. Memberikan perhatian untuk membantu Sulawesi Tengah agar bisa kembali seperti sediakala dan mendukung atlet-atlet Indonesia di Asian Para Games 2018. Menunjukan kepada dunia betapa kuat dan tangguhnya bangsa Indonesia.

Meski sedang dilanda oleh berbagai bencana tapi masih mampu menyelenggarakan event besar sekaligus berprestasi. Indonesia selalu bisa bangkit dari berbagai keterpurukan. Kali ini pun Indonesia pasti bisa melakukannnya.

Kepemimpinan Jokowi yang kuat membuat para pemimpin negara-negara lain takjub dengan kerjanya. Seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui kehebatan Jokowi sebagai pemimpin. Begitu pula dengan Presiden Cina Xi Jinping yang yakni Sulawesi Tengah dapat segera pulih berkat kepemimpinan Jokowi.

Gaya diplomatik Jokowi yang sangat bersahabat membuat banyak negara lain menawarkan bantuan saat Indonesia mengalami musibah. Presiden AS Donald Trump sudah menawarkan bantuan berbagai keperluan yang dibutuhkan bencana. Cina juga telah mengirimkan bantuan sebesar 200 ribu dolar AS ke Palang Merah Indonesia. Bantuan ini sebagai bentuk dukungan Palang Merah Cina dalam proses penanggulangan bencana di Sulawesi Tengah.

Tidak hanya Cina tapi seluruh negara sahabat sudah mengucapkan belangsungkawa dan menawarkan bantuan kepada pemerintah dan korban bencana yang membutuhkan. Kedutaan Besar Amerika Serikat juga sudah menawarkan bantuan kepada Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

“Saya telah menghubungi Menteri Luar Negeri Marsudi untuk menyampaikan belasungkawa dan menawarkan bantuan kami. Indonesia adalah mitra penting, dan kami siap bekerja sama untuk memberikan dukungan kepada mereka yang membutuhkan,” kata Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr.

Menteri Luar Negeri Jepang Taro Kono juga sudah mengucapkan belasungkawa dan menawarkan bantuan kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Kono juga mendoakan para korban yang terluka dapat segera sembuh dan bangunan yang rusak dapat segera dipulihkan.

Kementerian Luar Negeri Turki juga sudah menyampaikan belangsungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Seperti Kedutaan Besar AS dan Kementerian Luar Negeri Jepang, Turki juga menawarkan bantuan kepada pemerintah Indonesia dan korban yang membutuhkan.

Uni Eropa juga mengeluarkan dana darurat mereka sebesar 1,5 juta euro untuk korban bencana alam ini. Terutama setelah mengetahui jumlah korban meninggal terus bertambah.

“Kami bertindak cepat untuk menyalurkan bantuan darurat kepada mereka yang paling terkena dampak di Indonesia. Pendanaan kami akan membantu yang paling rentan dan membantu menyediakan pasokan penting seperti makanan, tempat tinggal, air dan sanitasi serta persediaan medis,” kata Komisioner Bantuan Kemanusiaan dan Managemen Krisis Uni Eropa,  Christos Stylianides seperti dilansir dari situs resmi Uni Eropa.

Komisi Bantuan Kemanusian dan  Manajemen Krisis Uni Eropa juga akan mengirimkan ahli untuk mengkoordinir bantuan dari Uni Eropa tersebut. Uni Eropa juga sudah mengaktifkan satelit darurat mereka yakni Copernicus untuk memetakan daerah yang paling membutuhkan bantuan.

“Ini adalah aksi solidaritas Uni Eropa, hati dan pikirkan kami bersama para korban dan mereka yang memberikan bantuan pertama untuk menyelamatkan nyawa,” kata Stylianides.

Gaya diplomatik Jokowi pun menghasilkan sikap bersahabat dari berbagai negara di seluruh dunia. Dari blok barat seperti AS, Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, Inggris maupun dari blok timur seperti Rusia, Cina dan Iran.

Dengan bantuan dari berbagai negara sahabat tentu diharapkan Sulawesi Tengah dapat segera dipulihkan. Kini saatnya untuk juga fokus untuk mendukung atlet-atlet Indonesia yang berlaga di Asian Para Games. Para pahlawan-pahlawan Indonesia yang terus berusaha mengharumkan nama bangsa meski memiliki kekurangan.

* Penulis adalah Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *