Jusuf Kalla Apresiasi Hasil Munas & Konbes NU 2019

by

BANJAR – Wapres RI Jusuf Kalla (JK)mengapresiasi keputusan-keputusan yang telah dihasilkan Munas Konbes NU 2019 yang diselenggarakan di Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu-Jumat, 27 Februari-1 Maret.

“Saya ingin menyampaikan pengharagaan atas hasil yang dicapai Munas Alim Ulama dan Konbes NU 2019,” kata JK saat penutupan Munan-Konbes NU 2019, Jumat (1/3).

Munas-Konbes NU 2019 membahas beberapa persoalan, baik kekinian (waqiiyyah), tematik (maudhuiyyah), dan perundang-undangan (qanuniyyah). Salah satu yang dibahas adalah soal sampah plastik.

JK menyebut, berbeda dengan sampah lainnya, sampah plastik bisa bertahan hingga 100 tahun jika tertimbun di dalam tanah. Bagi JK, hal itu bisa sangat mengganggu kesuburan tanah.

Menurut JK, budaya penggunaan plastik dimulai di negara-negara moder Barat. Dimana masyarakatnya mulai malas mencuci barang yang telah dipakai seperti tempat makan, tempat minum, dan lainnya. Naasnya, budaya itu juga menjalar di Indonesia.

“Dulu ibu-ibu pergi ke pasar dengan membawa keranjang, sekarang tidak lagi,” cerita JK.

“Dulu habis minum dicuci, sekarang habis minum aqua langsung dibuang. Itu semua sumbernya kemalahasan. Buang, cari baru lagi,” tambahnya.

Ditambah, lanjut JK, jumlah masyakat Indonesia yang begitu banyak sekitar 250 juta. Sehingga ini menyebabkan jumlah sampah plastik di Indonesia tertinggi kedua di dunia, setelah China.

JK berharap, upaya-upaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahaya sampah plastik harus digalakkan.

Di samping itu, JK juga menyambut baik Munas-Konbes NU 2019 yang membahas persoalan energi baru terbarukan (EBT). Bagi JK, Allah telah memberikan angin, matahari, dan energi lainnya, maka sudah seharusnya kalau energi yang ada itu dimaksimalkan sebaik mungkin.

JK mengingatkan agar semua bidang -tidak hanya yang bersifat ukhrawi tetapi juga hal-hal yang bersifat duniawi- diperhatikan dan dikuasai. “Kalau kita tidak menguasai bidang-bidang itu, kita akan dikuasai orang yang menguasai bidang itu,” katanya.

“Semoga Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU yang telah diselesaikan memberikan manfaat, bukan hanya bagi warga NU tapi juga seluruh masyarakat,” tukasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *